You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Usai serangan 11 September 2001: Imam asal Indonesia dimaki dan dipeluk, momen yang membuka mata
Serangan 11 September 2001 membuka mata Shamsi Ali, imam Indonesia di New York. Lewat makian dan pelukan pemeluk agama lain, Shamsi mengatakan saat itu "Islam juga sedang runtuh" dan Muslim menjadi sasaran kemarahan karena ketidaktahuan orang tentang Islam.
Peristiwa itu membuka peluang besar untuk dialog antar agama, langkah yang dilakukan Shamsi, langkah yang menurutnya menjadi fenomena global.
"Kini dunia Barat memiliki harapan terhadap Islam yang bisa menjadi bagian dalam pembangunan peradaban, contoh kecilnya di Jamaica Muslim Center," Kata Shamsi,
Shamsi Ali adalah direktur Jamaica Muslim Center itu, daerah yang menurutnya telah berubah dari daerah yang tidak aman, menjadi daerah yang nyaman. Perkembangan ini merupakan bentuk kontribusi komunitas Muslim, katanya.
Simak juga:
Pada 2021, 20 tahun setelah Serangan 11 September, terjadi peningkatan jumlah warga muslim Amerika Serikat ke posisi berpengaruh di Washington dan posisi-posisi penting lain, merupakan perkembangan yang tidak diperkirakan dua dekade lalu, lapor Newsweek.
Tiga distrik Detroit akan memilih wali kota-wali kota muslim pertama, Tim sepak bola Amerika, New York Jets mengangkat Robert Saleh sebagai pelatih muslim pertama, sementara CBS menampilkan drama dengan karakter utama muslim.
Pada 2001, sekitar satu juta muslim tercatat tinggal di AS, menurut data Association of Religious Data Archives, dan jumlah pemeluk Islam sekarang tercatat sekitar 3,5 juta.
Sementara jumlah masjid meningkat dua kali lipat sejak tahun 2.000 menjadi lebih dari 2.700 di seluruh AS.
Video produksi: Silvano Hajid dan Endang Nurdin