Rayan: Pemakaman bocah Maroko yang terperangkap di lubang sumur 32 meter, 'dia anak kami semua'

Sumber gambar, Reuters
Ratusan orang menghadiri pemakaman "Rayan kecil", anak laki berusia lima tahun yang meninggal setelah terperangkap di sumur selama empat hari.
Rayan Oram jatuh di lubang sedalam 32 meter pada tanggal 1 Februari, dan operasi penyelamatan besar diluncurkan untuk mengangkatnya.
Operasi penyelamatan ini mendapat perhatian media di seluruh dunia.
Ratusan orang menghadiri pemakaman pada Senin (07/02) di desanya, tempat tragedi terjadi.
Jumlah pelayat begitu banyaknya sehingga tak bisa menampung orang di lokasi pemakaman dan tempat salat jenazah.
"Umur saya 50 tahun dan belum pernah melihat begitu banyak orang yang hadir dalam pemakaman. Rayan adalah anak kami semua," kata seorang penduduk desa kepada kantor berita Reuters.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters
Ketika Rayan diangkat dari sumur pada Sabtu (05/02) malam, upaya penyelamatan yang disambut gembira berubah menjadi duka.
Baca juga:
Berita duka diumumkan kerajaan Maroko tak lama setelah ia diangkat dari lubang sumur.
Tawaran menyelamatkan bocah bernama Rayan Oram itu tersiar ke penjuru negeri, dengan ratusan orang yang berkumpul di sekitar mulut sumur, dan banyak warga lainnya mengikuti drama penyelamatan secara daring (online).
Bocah tersebut terjatuh di kedalaman 32 meter di sebuah lubang sumur yang sempit. Proses evakuasi sempat terhambat karena kekhawatiran terjadi longsor.
Para penyelamat akhirnya membawa anak itu keluar dari lubang sumur pada Sabtu malam (05/02).
Tak ada keterangan yang diberikan pada saat itu mengenai kondisinya, melainkan sorak kegirangan para penyelamat saat bocah itu berhasil diselamatkan.
Di media sosial, orang-orang menggunakan hastag #SaveRayan, yang menjadi trending di negara itu, termasuk di dunia, sebagai ekspresi kegembiraan.
Tapi keadaannya langsung berubah menjadi kesedihan, saat pengumuman kematiannya diberitakan.
Pengguna twitter kemudian mulai memberi penghormatan dan ekspresi kedukaan menggunakan hastag yang sama.
"Keberanian Rayan akan tertanam dalam kenangan, dan akan menginspiransi kami," cuit pesepakbola AC Milan, Ismael Bennacer.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Di dalam unggahan Facebook, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menulis: "Malam ini, saya ingin memberitahu keluarga Rayan dan warga Maroko, bahwa kita turut berduka cita bersama mereka."
Pengumuman dari Kerajaan Maroko menggambarkan kematian Rayan itu sebagai "kecelakaan tragis", sambil menambahkan: "Raja Mohammed VI telah menghubungi orang tua dari anak yang meninggal setelah jatuh ke dalam lubang sumur."
Raja menyampaikan belasungkawa terdalam dan kasih sayang yang tulus, tambah pengumuman tersebut.
Sebelumnya, ayah Rayan sedang memperbaiki lubang sumur pada saat anaknya jatuh Selasa pekan lalu. Dia mengatakan kepada media lokal di hari berikutnya, bahwa putranya telah terjatuh ke lubang, "saat itu saya sedang tidak memperhatikannya", lalu menambahkan "saya belum tidur sedikit pun."

Sumber gambar, EPA
Dipimpin oleh Direktorat Perlindungan Sipil Maroko, operasi penyelamatan di kota kecil bagian utara Tamorot, sekitar 100km dari kota Chefchaouen, dimulai pada Selasa malam (01/02).
Dalam rekaman video yang diambil pada Rabu, di dalam lubang tersebut, menunjukkan Rayan masih hidup dan sadar, tapi sejak itu tak ada kabar lagi mengenai kondisinya.
Tim penyelamat berusaha untuk memberikan oksigen, makanan dan minuman kepada bocah itu, tapi belum jelas apakah anak itu mampu mengkonsumsinya.
Kandungan tanah dari campuran batu dan pasir, membuat tim penyelamat khawatir akan bahayanya untuk memperlebar sumur.
Sebaliknya, sebuah buldoser digunakan untuk menggali di bagian sisi sumur.


Tim penyelamat kemudian mulai menggalinya secara horizontal untuk mencapai posisi Rayan. Sejumlah orang bekerja sepanjang waktu, menggunakan lampu tembak pada malam hari.
Operasi ini harus dihentikan beberapa kali untuk memastikan dinding sumur aman dari reruntuhan, dan tidak ada tanah yang masuk ke dalam sumur. Pipa besar juga digunakan untuk melindungi tim penyelamat dengan menyediakan jalur aman ke bagian poros.

Sumber gambar, AFP
Ratusan orang berkerumun untuk melihat proses evakuasi, melantunkan lagu rohani, berdoa, dan mengumandangkan "Allahu Akbar". Beberapa orang bahkan membuka tenda di dekat lokasi.
Seorang warga setempat, Hafid El-Azzouz mengatakan kepada AFP bahwa dia ada di sana untuk menunjukkan "solidaritas dengan anak ini, yang disayangi oleh warga Maroko dan dunia".
Peristiwa itu mengingatkan pada tragedi serupa di Spanyol pada 2019, di mana bocah berusia dua tahun meninggal setelah jatuh ke dalam lubang galian bor dekat kota Malaga.

































