You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Mortal Kombat: Aktor Joe Taslim disanjung, tapi ingin 'dibantai' lawan mainnya - 'Kami menantangmu, Taslim!'
- Penulis, Steffan Powell dan Vikki Blake
- Peranan, BBC Newsbeat
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 3 menit
Aktor Indonesia Joe Taslim disebut oleh lawan mainnya sebagai pemain gim video Mortal Kombat terbaik di antara jajaran aktor dalam film tersebut.
Dalam film, Joe memerankan tokoh antagonis Sub-Zero, seorang ninja dengan kemampuan memanipulasi es.
"Saya berusaha, sangat keras, untuk belajar cara bermain gim ini hanya demi mengalahkan Joe Taslim," kata Lewis Tan, yang memerankan karakter Cole Young, sambil tertawa.
"Ketika kami diberkati dan beruntung dan dalam keadaan cukup bersyukur untuk membuat sekuel, misi saya adalah membantai Joe Taslim," imbuh Mehcad Brooks, pemeran Jax.
"Taruh kontroler [gim video]nya, kami datang untukmu, Joe. Kami menantangmu, Taslim!"
Film Mortal Kombat, yang tayang di bioskop Indonesia sejak 14 April, adalah film ketiga yang diadaptasi dari seri video gim populer itu, dan dikabarkan telah digarap sejak 2010.
Mengingat reputasi buruk dua film pendahulunya (seorang kritikus bahkan menyebut Mortal Kombat Annihilation pada 1997 sebagai "salah satu film terburuk yang pernah dibuat"), ikhtiar terbaru ini menjadi pertaruhan besar, dengan banyak penggemar mengharapkan yang terbaik.
Bagi para bintang filmnya, "menghormati materi aslinya" adalah cara mereka mengambil hati para penggemar dan penonton.
Berbicara kepada BBC Newsbeat, aktor Lewis Tan berkata: "Dari pucuk pimpinan studio sampai kru paling bawah, kami semua peduli."
Film terbaru menceritakan mantan petarung MMA profesional, Cole Young - diperankan oleh Lewis - bergabung dengan sekelompok jagoan terhebat dunia dalam turnamen untuk menyelamatkan alam semesta.
Sementara Mehcad Brooks memerankan tokoh favorit dan andalan seri tersebut, Jax. Dia mengatakan reboot ini berusaha "menghormati" cerita-cerita film yang mendahuluinya, alih-alih menggantikannya.
Lewis berkata tujuan film ini adalah memperkenalkan "era baru" film Mortal Kombat.
Wajah-wajah terkenal dari franchise ini pun tampil dalam film terbaru, dari Sonya Blade dan Lord Raiden hingga Scorpion dan Sub Zero.
"Saya pikir [sutradara] Simon McQuoid melakukan pekerjaan luar biasa dengan memberi setiap tokoh satu atau beberapa momen, saat Anda dapat terhubung dengan karakter-karakter ini," kata Mehcad.
"Banyak orang benar-benar telah jatuh cinta dengan karakter-karakter ini dan saya pikir Simon mampu mengangkat mereka ke level yang layak bagi mereka."
Mehcad tidak salah ketika dia mengatakan banyak orang telah jatuh cinta dengan karakter-karakter ini.
Gim Mortal Kombat pertama dirilis pada tahun 1992, dan sejak itu menjadi salah satu waralaba video gim yang paling awet dan sukses sepanjang masa.
Dan ketika sesuatu dicintai sampai sedemikian rupa, bisa dipahami mengapa para penggemarnya tidak suka bila ada yang mengotak-atiknya.
Bagaimanapun, Lewis yakin para penggemar gim akan menyukai film terbarunya.
"Anda tidak bisa membuat film dari naskah yang buruk. Setiap hari, kami sangat berhati-hati dalam menghormati materi ini."
Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah adaptasi film terbaru ini akan berhasil, sementara banyak film adaptasi video gim lainnya gagal.
Pemirsa di AS telah dapat mengakses film tersebut dan ulasannya sejauh ini cukup beragam.
Sejujurnya, film ini barangkali tidak akan meyakinkan kritikus bahwa film-film semacam ini layak ditonton. Tetapi itu tidak akan mengurangi kegembiraan para penggemar.
"Kami jarang mendapat kesempatan untuk tampil di film sekaliber ini," Lewis mengakui. Jadi dia mengatakan ada tekanan tidak hanya untuk menghormati sejarah Mortal Kombat tetapi "untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kami pantas di sini".
"Baik secara fisik, emosional, atau artistik dari balik layar - kami memainkan peran kami dengan sungguh-sungguh. Dan kami pantas berada di sini."