Ribuan pengaduan tentang komedian Inggris Nabil Abdulrashid ditolak badan pengawas media: 'Dia mengangkat pengalaman hidup sebagai Muslim kulit hitam'

Telah diterbitkan

Lebih dari 3.000 pengaduan terkait komedian penampilan Muslim Inggris, Nabil Abdulrashid, dalam acara Britan Got Talent, ditolak oleh badan pengawas media, Ofcom.

Gurauan Abdulrashid terkait ras dan agama membawanya ke final yang berlangsung tanggal 10 Oktober lalu.

Ofcom mengatakan pihaknya memperhatikan kebebasan berbicara saat memutuskan untuk tidak melakukan investigasi.

"Satiris yang diangkat komedian itu mengangkat pengalaman hidupnya sebagai Muslim kulit hitam dan itu dalam batas seperti yang diperkirakan permirsa," kata juru bicara Ofcom.

Sekitar 1.000 orang mengajukan pengaduan setelah Abdulrashid tampil di semifinal pada tanggal 3 Oktober.

Saat itu ia mengangkat tentang perlakukan polisi terhadap orang kulit hitam, dan apa yang akan dipikirkan kalangan "sayap kanan yang marah" bila ada yang bergurau soal orang kulit hitam dan beragama Islam.

"Kita hanya bergurau tentang kehidupan kita karena hidup kita penting, bukan," kata komedian itu.

Sekitar 2.200 pengaduan lain muncul dalam final tanggal 10 Oktober saat ia mentertawakan "snowflakes" (orang yang gampang tersinggung), yang mengeluh tentang gurauan dia sebelumnya.

"Mereka keberatan karena kami mengatakan hidup orang kulit hitam penting, [dan ini memicu] ribuan pengaduan," katanya.

"Terus terang saya terkejut karena banyak dari mereka yang bisa menulis," tambahnya.

"Mereka mengirim ribuan kata-kata kemarahan. Mudah-mudahan, kalau saya mengganggu mereka hari ini, mereka dapat menulis dalam kata-kata."

Ia juga bergurau bahwa Winston Churchill (perdana menteri Inggris pada Perang Dunia II) adalah orang kulit thitam karena, "kapan terakhir kali kamu bertemu dengan orang kulit putih bernama Winston? dan "Apa warna patungnya? Eh?"

Abdulrashid juga menyebutkan bahwa ITV (TV yang menyiarkan Britain Got Talent) harus menanggapi berbeda pengaduan 24.500 orang terkait penampilan group tari Diversity dengan tema Black Lives Matter September lalu.

"Kalau saya, saya akan kirimkan email ke semua yang mengirim pengaduan dan saya tulis, "Kami paham, Anda sebagai pemirsa tersinggung. Namun pendapat semua pemirsa penting. Ayo kita tunggu, bagaimana reaksi mereka." tambahnya.

Menanggapi sejumlah kritik di Twitter, ia mengatakan dengan bergurau, "Saya senang, saya bisa membuat orang-orang di Ofcom tetap bekerja dan tidak dipecat. Saya pahlawan dan harus dihargai kontribusi saya pada perekonoian, @Ofcom, terima kasih kembali."

Bila Anda punya ide cerita, silakan email keentertainment.news@bbc.co.uk.