Bagaimana gerakan 'body neutrality' kini menjadi begitu populer di media sosial

@summerkmorgan, @danieledriusso and Erynn Chambers promote body neutrality on TikTok

Sumber gambar, Tiktok @summerkmorgan / @danieledriusso / BBC

Keterangan gambar, Gerakan body neutrality yang kini populer di media sosial mendorong setiap orang menghargai tubuh atas fungsi dan perannya, bukan soal penampilan luarnya.
Telah diterbitkan

Mari bersikap jujur. Sulit untuk tidak membandingkan penampilan kita dengan orang lain. Ketika menjelajah lini masa media sosial, kita melihat seseorang yang lebih cantik. Mereka selalu muncul di layar ponsel kita setiap hari.

Namun kini sebuah gerakan di TikTok dan Instagram tengah mendapat perhatian banyak kalangan.

Gerakan ini mendorong setiap orang untuk fokus pada apa yang tubuh berikan kepada kita, bukan penampilan luar yang tampak oleh mata.

"Ketimbang menyebut 'tubuh ini penuh lemak dan mengerikan, lengan yang tampak buruk', Anda bisa berkata 'inilah tangan manusia yang berguna untuk mengambil dan meletakkan barang," kata Erynn Chambers.

Erynn, seorang pengguna Instagram dan TikTok, telah berupaya menjalankan pola pandang body neutrality selama bertahun-tahun.

Sebelumnya Anda mungkin pernah mendengar body positivity untuk perempuan dan laki-laki bertubuh besar. Gerakan ini mendorong penerimaan atas segala bentuk tubuh, tak peduli apa ukuran, gender, ras, penampilan, dan kemampuan fisik seseorang.

Namun Erynn berkata, dengan pola pandang netralitas tubuh, seseorang tak perlu menyebut 'inilah lengan paling menakjubkan yang pernah saya lihat sepanjang hidup'.

Erynn Chambers posts about body neutrality on TikTok as @rynnstar

Sumber gambar, TikTok / @rynnstar

Keterangan gambar, Erynn Chambers mengunggah video tentang 'body neutrality' di akun TikTok miliknya, @rynnstar.

Apa sebenarnya 'body neutrality'?

Gerakan ini, menurut Erynn, adalah titik tengah antara pola pandang yang positif dan negatif terhadap tubuh.

"Kadang-kadang kita tertekan untuk selalu menyukai tubuh kita, untuk memiliki rasa percaya diri. Tidak masalah jika Anda melakukannya, tapi tak masalah apabila Anda tidak mampu mengatasi tekanan itu," ujar Erynn.

"Anda tidak perlu merasa gagal hanya karena Anda tidak selalu mencintai tubuh. Tak ada masalah soal itu," tuturnya.

Erynn berkata, dia hanya akan mendengar dua kalimat ekstrem dari orang lain.

"Saya selalu mendengar, 'saya benci tubuh saya, saya ingin mengubah bagian tubuh ini' atau 'saya senang pada tubuh ini, saya cantik, saya seperti seorang dewi'," kata Erynn.

"Terkadang saya ingin berkata kepada mereka 'saya tidak ingin membenci tubuh saya dan saya juga tidak tampak seperti dewi'," ujarnya.

Bagi Erynn, menjalankan gerakan body neutrality seperti mengangkat beban berat dalam hidupnya.

Erynn pertama kali menemukan informasi itu di Tumblr. Dia tiba-tiba merasa dia tidak harus merasa terbebani.

Dan pengalaman semacam ini tidak hanya dialami Erynn.

Video tentang pengalaman yang diunggah Erynn ke akun TikToknya, @rynnstar, mendapat perhatian warganet. Video itu telah mendapat lebih dari 52.000 likes.

Dan gerakan pandangan netral terhadap tubuh kini menjadi sangat populer. Tagar #BodyNeutrality disaksikan lebih dari enam juta kali di TikTok. Di Instagram, tagar itu digunakan lebih dari 63.000 kali.

Dukungan terhadap gerakan itu juga diberikan pakar kesehatan mental. Beberapa pakar menggunakan teknik serupa untuk menangani klien yang bermasalah dengan citra tubuh.

Mental health therapist, Dr Morgan Francis
Keterangan gambar, Pakar kesehatan mental, Morgan Francis, mengajari parr pasiennya untuk menghargai yang telah dilakukan tubuh untuk mereka.

Bagaimana cara menjalankan pola pandang netral terhadap tubuh?

Menurut Erynn, Anda sebenarnya bisa menganggap stigma dan cibiran terhadap tubuh sebagai angin lalu. Namun cara terbaik mengatasinya, kata dia, adalah refleksi diri.

"Jika Anda bercermin, Anda mungkin tidak bisa berkata 'saya cantik' karena Anda tidak begitu yakin soal kecantikan Anda," kata Erynn.

"Tapi jelas Anda bisa berkata pada diri sendiri bahwa 'saya adalah manusia' karena itu adalah fakta yang tak terbantahkan.

"Jika Anda ingin berkata 'saya cantik', katakanlah hal itu. Tapi jika hanya bisa menyebut bahwa 'saya manusia', tak masalah," ujar Erynn.

Morgan Francis, seorang pakar terapi kesehatan mental, mengajarkan pasiennya untuk lebih menguasai teknik mengapresiasi tubuh. Menurutnya, pola pandang itu adalah subkategori gerakan body neutrality.

"Ini tentang apa yang bisa tubuh saya berikan untuk saya, menghormati yang telah dilakukan oleh tubuh," ujar Francis.

"Ini tentang fungsi tubuh, bagaimana kaki membuat Anda kuat, bagaimana lengan memungkinkan Anda menggendong dan memeluk bayi Anda," tuturnya.

Francis berkeras bahwa berpandangan netral terhadap tubuh tidak berarti mengabaikan aspek kesehatannya.

"Anda senang merasa kuat, bergairah, dan menguasai tubuh, tapi bukan itu satu-satunya yang mesti Anda pikirkan," kata dia.

Lalu apa pendapat Francis terhadap popularitas gerakan body neutrality? Sederhana, menurutnya. "Body neutrality adalah tempat yang aman dan jauh lebih realistis untuk banyak orang," tuturnya.