Foto-foto pilihan Portrait of Humanity: Bocah yang menua sangat cepat, hingga nenek 'berjiwa muda dan nakal' di atas ranjang

Sumber gambar, Eric Demers
Sebanyak 200 foto terpilih untuk penghargaan fotografi Portrait of Humanity tahun ini. Foto-foto ini diambil sebelum karantina wilayah, berusaha untuk membuktikan ada lebih banyak hal yang menyatukan kita daripada membedakan kita.
Pada bulan Juni, foto-foto ini akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh penerbit Hoxton Mini Press.
Kemudian, pada September nanti, 100 foto terpilih akan dipamerikan secara digital, termasuk foto yang diambil 111.000 kaki dari Bumi, sebagai bagian dari kolaborasi dengan perusahaaan Sent Into Space.
Dijalankan oleh 1854 Media dan Magnum Photos, kompetisi ini diikuti oleh fotografer dari 36 negara.
Berikut ini adalah beberapa foto yang terpilih dalam daftar 200 foto Portrait of Humanity.
Maxim, oleh Vivek Vadoliya, di London

Sumber gambar, Vivek Vadoliya

"Maxim yang berusia enam belas tahun bergabung dengan Ebony Horse Club di Brixton, London, lima setengah tahun yang lalu.
"Dia tidak punya pengalaman sebelumnya dengan kuda.
"Anda bisa tahu betapa berdedikasi Maxim ke tempat itu - dia datang beberapa kali seminggu untuk membantu.
"Ada getaran keluarga yang indah di klub.
"Kuda-kuda itu sepertinya membantu kesehatan mental anak-anak."
Swimmers, oleh Attilio Fiumarella, di Birmingham

Sumber gambar, Attilio Fiumarella

"Lebih dari 100 perenang berkumpul di kolam besar yang kosong untuk berpose menentang penutupan Moseley Road Baths, yang pertama kali dibuka pada tahun 1907.
"Dewan Kota Birmingham bermaksud menutup kolam renang secara permanen pada tahun 2015.
"Tapi World Monuments Fund baru-baru ini memasukkan situs bersejarah itu dalam daftar pantauannya, memberi harapan baru."
Dancing Halmonis, oleh An Rong Xu, di New York City

Sumber gambar, An Rong Xu

"Para perempuan ini termasuk kelompok tari senior yang tampil untuk komunitas Korea-Amerika di Queens, New York City.
"Halmonis (nenek) menari, bergembira dan menikmati waktu hidup mereka."
A Moment Shared, oleh Udayan Sankar Pal, di Chennai, India

Sumber gambar, Udayan Sankar Pal

My Grandmother On Her Bed, oleh Lidewij Mulder, di Haren, Belanda

Sumber gambar, Lidewij Mulder

"Nenek saya yang berusia 82 tahun lebih seperti seperti teman bagi saya.
"Dia sangat berjiwa muda dan nakal dan telah mengajari saya bagaimana menjadi perempuan yang mandiri.
"Dia telah berjuang untuk kesetaraan sejak dia masih kecil."
Closer to Heaven, oleh Mauro De Bettio, di Tigray, Ethiopia

Sumber gambar, MauroDeBettio

"Keshi Assefa Hagos adalah seorang pendeta di gereja Abuna Yemata Guh, bisa dibilang tempat ibadah yang paling sulit diakses di Bumi.
"Gereja monolitik, bertengger tinggi di atas batu vertikal dengan sisi yang curam di semua sisi, hanya dapat diakses dengan berjalan kaki."
Iggy Pop, oleh Antoine Veling, di Sydney, Australia

Sumber gambar, Antoine Veling

"Ikon punk Iggy Pop tampil di Sydney Opera House, di tengah para penggemarnya yang dengan senang hati menerima undangannya untuk menari bersamanya di atas panggung."
Jason (They/Them), oleh Ross Landenberger, di New York City

Sumber gambar, Ross Landenberger

"Saya bertemu Jason di forum skateboard di internet, pada 2006.
"Kami berdua tertutup dan berinteraksi melalui dunia maya karena kami merasa terisolasi oleh seksisme dan homofobia dalam olahraga.
"Kami berupaya membuat skateboard lebih ramah bagi orang-orang aneh."
Abdullah, oleh Marko Risovic, di Bihac, Bosnia-Herzegovina

Sumber gambar, Marko Risovic / Kamerades for Ethnovision

Abdullah, yang berasal dari Afghanistan, berpose di sebuah pabrik yang ditinggalkan di mana ribuan pengungsi telah menjadikannya kamp pengungsi sementara.
"Dia kehilangan dua putra dalam bentrokan suku di negara asalnya, setelah itu dia pergi demi keluarganya.
"Abdullah bermimpi membuat keluarganya berkumpul lagi di negara yang aman dan hidup untuk hari ketika dia akan bisa memeluk ketiga putrinya dan putranya yang tersisa."
Woman of Steel, oleh Kathryn MacPhee, di Dhaka, Bangladesh

Sumber gambar, Kathryn MacPhee
"Perempuan ini adalah satu dari jutaan orang yang terpaksa meninggalkan lingkungan di pedesaan dan pindah ke ibu kota Bangladesh demi mencari mata pencaharian.
"Rumahnya berada di samping jalur kereta."
Amber, oleh Justine Tjallinks, di Diepenbeek, Belgium

Sumber gambar, Justine Tjallinks

"Ini adalah Amber Vanderweert yang berusia 13 tahun.
"Dia menderita progeria, suatu kondisi yang sangat langka yang menyebabkan tubuh menua dengan sangat cepat.
"Amber memiliki tinggi 1,15 m dan beratnya hanya 5 kg.
"Dia bijak melampaui usianya dan sangat cerdas.
"Tak lama setelah ibuku meninggal pada usia yang relatif muda, saya menonton film dokumenter yang menampilkan Amber.
"Situasinya mencuri perhatian saya, jadi saya menghubungi keluarga dan bertanya apakah saya bisa memotretnya."
Semua foto dengan hak cipta





























