Iman, badak Sumatera terakhir di Malaysia mati: Pejabat mengaku sangat sedih

Telah diterbitkan

Pihak berwenang Malaysia menegaskan kematian badak Sumatera terakhir yang ada di negara itu terjadi secara alamiah setelah sempat mengidap tumor di bagian rahim selama beberapa tahun.

Badak betina berusia 25 tahun yang diberi nama Iman mati pada Sabtu petang (23/11) di Taman Suaka Badak Borneo, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah.

"Walaupun kami tahu kematian ini akan terjadi namun tidak menyangka terjadi dengan begini cepat dan kami sangat sedih dengan berita ini," kata Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Christina Liew yang merangkap Menteri Pariwisata, Kebudayaan dan Alam Sekitar, seperti dilaporkan media Malaysia.

Menurutnya, pihak berwenang telah memberikan perawatan dan perhatian maksimal kepada Iman sejak Maret 2014 sampai badak betina itu sembuh. Beberapa tahun lalu, badak Sumatera terakhir di Malaysia itu sejatinya hampir mati ketika beberapa kali kehilangan darah akibat tumor rahim yang dialaminya.

"Petugas di Tabin (suaka margasatwa Tabin) telah memberikan bantuan sepenuhnya dan berhasil memulihkan tahap kesehatannya dan menghasilkan sel telur," tambah Datuk Christina Liew.

Kematian Iman terjadi lebih awal dari perkiraan. Namun kondisi Iman semakin memburuk belakangan dan menyebabkan proses pengambilan telur untuk pembiakan secara in-vitro (IVF) sulit dilakukan.

Spesies terakhir badak Sumatera jantan di Malaysia yang diberi namak Tam, mati pada akhir Mei tahun ini.

Badak Sumatera di masa lalu hidup bebas di berbagai negara Asia, tetapi kini hampir seluruhnya tidak dapat dijumpai di alam liar. Jumlah yang ada diperkirakan kurang dari 100 ekor dan spesies itu masuk dalam ketegori terancam punah.

Kehidupan badak terancam oleh perburuan dan hilangnya habitat.

Fakta-fakta tentang badak:

  • Terdapat lima lima spesies badak sekarang, dua berada di Benua Afrika dan tiga di Asia.
  • Spesies yang berada di Asia meliputi badak Sumatera atau Dicerorhinus sumatrensis, yang merupakan spesies badak hidup paling kecil
  • Badak terkait erat dengan badak berbulu yang punah sekitar 10.000 tahun lalu.
  • Kurang dari 100 ekor badak Sumatera hidup di alam liar (sebagian pihak bahkan memperkirakan jumlahnya hanya sekitar 30 ekor), yang tersebar di Sumatera.