Jepang: Status darurat Covid-19 dicabut di Tokyo, warga terlihat padati jalan dan stasiun

jepang

Sumber gambar, Getty Images

Telah diterbitkan

Warga Jepang tampak memadati stasiun dan sejumlah jalan di Tokyo pada Selasa (26/05), satu hari setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut status keadaan darurat Covid-19.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mencabut status keadaan darurat untuk Tokyo dan empat daerah lain (25/05) setelah jumlah infeksi Covid-19 turun secara nasional, tetapi mengatakan aturan pembatasan dapat diterapkan kembali jika virus mulai menyebar lagi.

jepang

Sumber gambar, KAZUHIRO NOGI/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Warga yang mengenakan masker dalam kereta di Tokyo (25/05).

Hal itu berarti bahwa aturan pembatasan di seluruh negara telah dilonggarkan setelah pelonggaran di sejumlah daerah telah dilakukan (14/05).

jepang

Sumber gambar, REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Keterangan gambar, Orang-orang berjalan di stasiun Shinagawa pada hari pertama setelah pemerintah Jepang mengangkat status keadaan darurat di Tokyo, Jepang, (26/05).

Abe mengatakan jumlah total stimulus dari dua paket ekonomi yang digulirkannya akan melebihi 200 triliun yen, tetapi masih butuh waktu yang cukup lama untuk kembali ke kehidupan normal sambil mengendalikan risiko infeksi.

"Hari ini kami mengambil langkah tegas menuju tahap berikutnya menyusul pencabutan status keadaan darurat," kata perdana menteri kepada wartawan yang berkumpul di Tokyo, sebagaimana dilaporkan Reuters.

jepang

Sumber gambar, REUTERS/Issei Kato

Keterangan gambar, Seorang pejalan kaki terlihat dari sebuah toko di distrik perbelanjaan dan hiburan Shibuya di Tokyo, Jepang (25/05).

Abe mengakui bahwa Jepang telah menghadapi beberapa masalah terkait dengan responsnya dalam menghadapi virus corona dan berjanji akan melakukan peninjauan setelah wabah berakhir.

Tetapi dia juga memuji "model Jepang", yang disebutnya bisa mengendalikan wabah dalam enam minggu tanpa ada lockdown ketat, seperti yang diberlakukan di negara lain.

jepang

Sumber gambar, REUTERS / Kim Kyung-Hoon

Keterangan gambar, Orang-orang berjalan saat jam sibuk pada hari pertama setelah pemerintah Jepang mengangkat status keadaan darurat di Tokyo, Jepang, (26/05).

Namun, dia memperingatkan bahwa, "dalam skenario terburuk, ada kemungkinan untuk menerapkan kembali keadaan darurat jika jumlah infeksi meningkat lagi."

Abe menambahkan dia ingin menghindari meminta orang untuk tetap tinggal di dalam rumah.

jepang

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah orang menikmati minuman dan makanan di sebuah pub di Osaka, Senin (25/05), setelah pemerintah Jepang mencabut status darurat Covid-19 di Tokyo dan empat daerah lainnya.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu dilanda wabah Covid-19, dengan lebih dari 16.600 kasus positif dan 839 kematian sejauh ini, menurut NHK; namun, epidemi tersebut telah membuat Jepang mengalami resesi dan menurunkan popularitas Abe ke posisi terendah.

Sebuah jajak pendapat yang ditayangkan surat kabar Asahi menunjukkan tingkat dukungan Abe pada 29% - terendah sejak ia kembali berkuasa pada akhir 2012 - dan ketidaksukaan terhadapnya di angka 52%.

jepang

Sumber gambar, EPA / KIMIMASA MAYAMA

Keterangan gambar, Orang-orang berjalan menuju stasiun kereta dekat Kabukicho, distrik hiburan malam terbesar Jepang di Shinjuku, di Tokyo, Jepang, (25/05) setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengakhiri keadaan darurat.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, sebelumnya mengatakan ibu kota Jepang akan bergerak ke "tahap satu" untuk melonggarkan pembatasan.

Di tahap itu, perpustakaan dan museum mungkin dibuka kembali, dan restoran tetap buka hingga sore hari.

Di tahap selanjutnya teater, bioskop dan pasar malam akan dibuka kembali.