You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Pria yang kehilangan keluarganya di Tragedi Stadion Kanjuruhan: 'Ini pembantaian'
Devi Athok kehilangan mantan istri dan dua putrinya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Ketiganya meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu (01/10) malam.
"Ini pembunuhan. Pembantaian. Bukan lagi kerusuhan," kata Athok.
"Mereka hanya duduk di tribun, tidak berbuat apa-apa, tapi ditembak [gas air mata] seperti itu," tambahnya.
Simak juga:
Sementara Aulia Rachman, 16, menyebut dia sempat pingsan saat terjadi kepanikan, namun berhasil selamat.
"Saya hanya sempat berpikir, kalau harus mati di sini, ya tidak apa-apa," ujarnya.
Tragedi Stadion Kanjuruhan merupakan bencana sepak bola terbesar kedua di dunia. Sebanyak 131 orang tewas, 35 diantaranya anak-anak.
Bencana terbesar terjadi di Lima, Peru pada 1964, dengan korban tewas sebanyak 328 orang.
Video produksi: Valdya Baraputri dan Haryo Wirawan